Gus Dur: Haramkan Maulid Berarti Memaki Shalahuddin al-Ayyubi

Gus Dur: Haramkan Maulid Berarti Memaki Shalahuddin al-Ayyubi

Jakarta, NU Online
Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengecam kelompok atau golongan tertentu yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Menurutnya, hal itu sama saja dengan memaki atau menghina Shalahuddin al-Ayyubi—Sultan Mesir dan Syria sekaligus muslim pertama yang menyelenggarakan Maulid Nabi.

“Kalau ada yang mengharamkan Maulid, ya sama saja memaki-maki Shalahuddin al-Ayyubi. Ya, silakan saja,” ujar mantan presiden RI itu saat menjadi narasumber pada acara Kongkow Bareng Gus Dur, di Green Radio, Jalan Utan Kayu No. 68 H Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Gus Dur, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi yang juga pendiri Dinasti Ayyubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah Hejaz dan Diyar Bakr, itu menyelenggarakan Maulid untuk menyemangati kaum muslimin yang tengah berperang melawan pasukan Kristen dalam Perang Salib.

Dengan demikian, katanya, tidak semua yang tidak ada pada masa Nabi adalah bid’ah (mengada-ada dalam beribadah) dan haram hukumnya. “Kalau begitu (bid’ah dan haram), kita jangan pakai celana. Pada zaman Nabi Muhammad, celana itu nggak ada. Sepatu dan sepeda juga nggak ada. Masa, sih, naik sepeda saja bid’ah?” imbuhnya.

Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu berpendapat, agama memang bersifat mengikat pemeluknya karena menyangkut keyakinan, yaitu keyakinan terkait adanya Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Sedangkan budaya, ujarnya, itu buatan manusia sendiri.

“Saya pakai celana, ini kan budaya saja, bukan agama,” kata Gus Dur

Satu Tanggapan to “Gus Dur: Haramkan Maulid Berarti Memaki Shalahuddin al-Ayyubi”

  1. aswb… mungkin dah takdir yah kalau kaum wahaby emang sll membuat yg nyeleneh-nyeleneh. Jurus saktinya cuman satu, menakuti-nakuti orang yg dianggap berbuat bid’ah dgn kalimat syirik,musyrik dlsb. meracuni kaum awam dgn slogan kembali kpd sunah dan al-quran padahal mrk masih sgt awam dgn keduanya(assunah dan quran)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: