Prof Dr Qodry Azizy Meninggal Dunia

Prof Dr Qodry Azizy Meninggal Dunia

Jakarta, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun, Prof Dr Qodry Azizy (48), salah satu tokoh NU yang kini menjadi sekretaris Menko Kesra meninggal dunia di RS Mount Elizabeth Singapura pukul 15.30 WIB akibat sesak napas yang dideritanya.

Adik kandungnya Masykuri Abdillah menjelaskan Qodry yang pernah menjabat sebagai rektor IAIN Walisongo Semarang ini meninggal secara tiba-tiba karena beberapa jam sebelumnya masih tampak sehat dan asyik berbincang-bincang.

Rencananya jenazah akan dibawa pulang Kamis besok dan dimakamkan di kampung halamannya di Waleri Kendal Jateng. “Sekarang jenazahnya masih di Singapura dan sedang kami proses untuk dibawa pulang ke Jakarta,” tuturnya.

Qodry dilahirkan di Kendal 24 Oktober 1955 dan menghabiskan masa kecilnya dengan belajar di kampung. Pendidikan tingginya ditamatkan di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1980. Dengan kepintaran yang dimilikinya, ia diangkat menjadi asisten dosen di almamaternya.

Tahun 1986, ia melanjutkan belajar di The University of Chichago dengan bidang Islamic Studies dan tahun 1990 melanjutkan studinya di tingkat doktor di universitas yang sama.

Ia termasuk mempersiapkan pendirian program pasca sarjana IAIN Walisongo pada tahun 1997 yang akhirnya menjadi direkturnya. Karirnya semakin meningkat ketika diangkat menjadi Rektor di tempat yang sama untuk periode 1999-2003. Namun, jabatan tersebut dilepaskannya ketika ia dilantik menjadi Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Depag dan selepas itu, ia menjadi Sesmenko sampai akhirnya meninggal.

Disamping mengajar di sejumlah perguruan tinggi, ia sempat menjadi dosen tamu di McGill University Montreal Kanada pada tahun dengan mata kuliah Islamic Law in Indonesia dan Social History of Islamic Law.

Pria yang dikenal santun ini termasuk penulis yang sangat produktif di sejumlah media massa nasional. Sebagian kumpulan artikelnya sudah diterbitkan dengan judul Islam dan Permasalahan Sosial (2000).

Sejumlah buku yang sudah ditulis dan diterbitkan adalah Membangun IAIN Walisongo ke Depan, Eklektisisme Hukum Nasional, Pendidikan (Agama) untuk Membangun Etika Sosial, Pengembangan Ilmu-Ilmu Keislaman, Melawan Globalisasi: Reinterpretasi Ajaran Islam (persiapan SDM dan Terciptanya Masyarakat Madani), Reformasi Bermazhab: Sebuah Ikhtiar Menuju Ijtihad Sesuai Saintifik Modern, dan Membangun Fondasi Ekonomi Umat: Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam.

Saat ini, ia meninggalkan seorang istri Siti Hajar dan empat orang anak, Hilda Kamalia, Hilma rosyida, Gilman MI Aziziy, dan Hikman M. Azizy
Sumber nu.online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: