Golput Pilkada Capai 34 Persen, KPUD Kambinghitamkan TKI/TKW

Oleh : Muhibuddin

KabarIndonesia – Tulungagung, Banyaknya warga yang menjadi TKI/TKW ke luar negeri dikambinghitamkan sebagai biang pemicu melambungnya angka Golput dalam Pilkada Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penilaian ini diungkap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat menyikapi membumbungnya Golput Pilkada yang jumlahnya mencapai 34 persen lebih dari jumlah total daftar pemilih tetap (DPT).
‘’Penyebab ketidakhadiran warga dalam Pilkada Tulungagung, peringkat terbesar diduduki TKI/TKW,” ujar Adib Makarim, SAg, anggota KPUD Tulungagung. Penjelasan itu disampaikan di sela-sela rapat pleno KPUD dengan agenda penetapan hasil Pilkada Tulungagung yang digelar, Jumat (14/3) malam.
Dari rekapitulasi hasil perolehan suara terungkap, jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada, Minggu (9/3) lalu sebanyak 282.887 pemilih dari jumlah total warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 820.566 pemilih. Jika dipersentase, jumlah warga yang tidak mencoblos itu mencapai kisaran angka 34,4 persen.
Jumlah Golput ini mengalahkan perolehan suara yang diraup pasangan Muljani-Subroto. Sesuai rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dilakukan KPUD, pasangan nomer urut satu ini hanya mendapatkan sebanyak 100.758 suara. Sementara, jika dibandingkan perolehan pasangan Heru Tjahjono-Mohammad Athiyah yang ditetapkan sebagai pemenang Pilkada, warga Golput jumlahnya mencapai separoh lebih dari jumlah perolehan suara pasangan incumbent yang mendulnag 417.693 suara itu.
Menurut Adib, berdasarkan laporan yang masuk ke KPUD, saat Pilkada digelar, banyak TKI/TKW Tulungagung yang masih berada di luar negeri. Malahan, tambah dia, menjelang perhelatan Pilkada digelar, ternyata juga banyak warga yang harus berangkat menjadi TKI/TKW. ‘’Kita melihat, di Kecamatan Ngantru, ada satu desa jumlah TKI/TKW-nya sebanyak 70 orang. Di Kecamatan Rejotangan, dalam satu TPS saja, warga yang jadi TKI/TKW ada 100 orang,” kata Adib Makarim.
Selain dipicu warga yang jadi TKI/TKW, menurut Adib, Golput juga disebabkan banyaknya warga Tulungagung yang menjadi mahasiswa di luar daerah. ‘’Saat Pilkada dilaksanakan, mereka tidak pulang kampung walaupun sudah masuk dalam DPT. Ini juga menjadi penyebab tidak hadirnya pemilih untuk memberikan suaranya dalam Pilkada,” ujarnya.

sumber kabar indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: